Dengan berkembangnya teknologi pemasangan lampu, ada banyak sistem
pemasangan lampu yang berkembang mengikuti aliran dan gaya desain
interior. Berikut ini adalah 10 Contoh Jenis Pemasangan Lampu (Lighting
Fixtures) yang sering ditemukan di bangunan hunian seperti rumah, villa
maupun hotel.
01. Track Lighting (Lampu trek)
lampu track
Pencahayaan track merupakan lampu dipasang atau digantung pada sebuah
trek di plafon atau langit-langit dengan bidang linier yang berisi
beberapa titik cahaya. Mereka dapat diposisikan di mana saja di
sepanjang trek.
Arah sorot masing-masing lampu juga bisa
disesuaikan. Dalam desain interior, lampu track digunakan untuk
menyoroti karya seni dan hiasan dinding serta memberikan cahaya
keseluruhan untuk ruang.
02. Recessed Lighting (Lampu tersembunyi)
Recessed lighting di dapur
Lampu ini dipasang di atas langit-langit atau plafon dan memiliki
permukaan yang rata dengan langit-langit. Pencahayaan tersembunyi
mengirimkan gelombang cahaya yang relatif sempit dalam satu arah,
sehingga dapat digunakan untuk memberikan pencahayaan ambient, tugas,
atau aksen.
Pencahayaan tersembunyi di dapur misalnya dapat menambah cahaya yang cukup tanpa melelahkan ruang.
03. Lampu Bawah Kabinet
Lampu bawah kabinet
Jenis lampu ini dipasang di bawah lemari dapur, jenis pencahayaan ini
sangat populer sebagai pencahayaan langsung di dapur. Lampu di bawah
kabinet di dapur ini mencerahkan ruangan dan meningkatkan nuansa
kontemporer dan bersih dari ruang. Sistem pemasangannya biasanya
menggunakan jenis lampu neon TL panjang menggunakan fitting khusus.
Baca Juga : DEFINISI VILLA DAN PERBEDAANNYA DENGAN RUMAH
04. Lampu lantai
Lampu lantai
Jenis lampu ini digunakan sebagai sumber cahaya serbaguna dan
portabel, lampu lantai hadir dalam berbagai ukuran dan gaya. Lampu
lantai ini melengkapi skema desain ruangan dan menyediakan pencahayaan
langsung untuk kursi yang berbatasan.
05. Lampu meja
Lampu meja
Lampu meja merupakan jenis lampu yang portable dan dapat dibuat
dengan berbagai jenis lampu termasuk LED. Lampu meja menjadi task light
atau lampu tugas yang menerangi kegiatan di atas meja yang membutuhkan
cahaya intens seperti membaca, menulis, menjahit dll.
06. Lampu lilin / Lampu Chandelier
Lampu bawah kabinet
Lampu ini adalah jenis lampu gantung dari langit-langit, lampu
chandelier mengarahkan cahaya ke atas. Mereka biasanya dipasang di atas
meja makan atau di pintu masuk utama, tetapi lampu ini juga cocok di
kamar tidur dan kamar mandi. Lampu chandelier meningkatkan gaya
dekoratif sebuah ruangan dan memberikan pencahayaan umum ruangan.
Baca Juga : Jenis Tipologi Fasilitas/Bangunan dalam Suatu Kawasan
07. Wall Sconces / Lampu Dinding
Lampu dinding
Wall sconce sangat fleksibel. Permukaan yang menghadap ke dinding
dapat mengarahkan cahaya ke atas atau ke bawah. Wall sconce dapat
menambahkan sentuhan gaya pada ruangan dan juga dapat memberikan
pencahayaan ambient atau task light.
Sconce jika dipasang di kamar mandi dapat memberikan pencahayaan yang
bagus tanpa mengurangi dampak pemasangan ubin pada dinding.
08. Lampu Plafon / Langit-langit
lampu-ceiling
Lampu plafon atau langit-langit dipasang langsung ke langit-langit,
dengan kotak kaca atau plastik yang menyembunyikan bola lampu. Lampu
plafon ini sudah cukup umum di rumah-rumah di seluruh dunia selama
hampir 100 tahun.
09. Lampu liontin
lampu-liontin
Jenis lampu liontin digantung dari langit-langit, lampu gantung ini
mengarahkan cahaya ke bawah. Memasang lampu lilin dapat dengan mudah
meningkatkan gaya dekoratif ruangan dan menambah karakter desain. Di
ruang tidur, liontin dapat digantung rendah di atas meja sisi tempat
tidur.
Baca Juga : 5 tokoh arsitektur postmodern dan karyanya
10. Lampu Cove
lampu-cove.jpeg
Ada tiga bentuk umum lampu dalam desain arsitektur, dan lampu cove
adalah bentuk yang populer. Lampu Cove ditempatkan di meja, rak atau
tempat tinggi di dinding, dan cahaya memantul ke langit-langit atau
dinding atas.
Di kamar tidur, lampu cove dapat menerangi langit-langit di atas tempat tidur, menambahkan nuansa romantis pada desain.
0 komentar:
Posting Komentar