Karakteristik Gaya Interior Kontemporer dan Contohnya-Gaya
kontemporer adalah sebutan untuk berbagai gaya desain yang dikembangkan
pada paruh kedua abad ke-20. Potongan garis lengkung dan bulat yang
bertentangan dengan garis-garis tegas terlihat dalam desain modern.
Interior yang mengandung elemen netral dan warna tebal, dan fokus pada
dasar-dasar garis, bentuk dan bidang.
Desain modern mengacu pada era yang telah berlalu (1990an), sedangkan
desain kontemporer adalah semua tentang sekarang dan masa depan. Tapi
desain Art Deco tahun 1920-an atau gaya apa pun sejak saat itu hingga
tampilan desain vintage tahun 1970-an juga dapat dianggap modern.
Berikut adalah elemen yang paling populer dan penampilan desain
kontemporer.
Pengertian Gaya Desain Kontemporer
Interior Kontemporer
Gaya atau style dalam Arsitektur maupun Interior merujuk
pada bagaimana metode sebuah bangunan itu dibangun, karakteristik sebuah
bangunan yang membuat bangunan tersebut patut diperhatikan, termasuk
didalamnya elemen seperti bentuk, material, karakter suatu dearah, dan
metode konstruksi.
Manusia berkembang seiring berjalannya waktu dan gaya pun demikian,
berubah seiringnya waktu. Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan
teknologi yang sangat pesat dari waktu ke waktu memicu perubahan gaya
semakin cepat. Teknologi memungkinkan munculnya ide-ide baru dan
menemukan gaya-gaya baru dalam Arsitektur khususnya Interior.
Lalu adakah gaya yang selalu mengikuti perubahan jaman atau perubahan
waktu? Ya, mungkin salah satunya adalah gaya kontemporer. Dalam
Arsitektur maupun Interior Gaya kontemporer didefinisikan secara luas
sebagai gaya bangunan kekininan, atau hari ini. Gaya kontemporer selalu
berubah, hidup dan bernapas.
Sejarah Desain Kontemporer
Gaya ini mulai berkembang sekitar awal 1920-an yang dimotori oleh
sekumpulan arsitek Bauhaus School of Design, Jerman yang merupakan
respon terhadap kemajuan teknologi dan perubahan sosial masyarakat
akibat perang dunia. Gaya kontemporer untuk sebuah seni bangunan
berkembang pesat pada tahun 1940-1980an.
Kata kontemporer sendiri bias diartikan sebagai sesuatu yang serba
uptodate, ditandai dengan perubahan desain yang selalu berusaha
menyesuaikan dengan waktu dan eranya. Perubahan desain itu diringi oleh
perubahan bentuk, tampilan, jenis material, proses pengolahan, dan
teknologi yang di pakai.
Arsiktektur kontemporer menyajikan konsep dan gaya
kekininan. Biasanya desain arsitektur lebih kompleks, inovatif, variatif
dan fleksibel. Beberapa Arsitek yang terkenal yang termasuk dalam gaya
ini adalah Frank Gehry, dengan karyanya Museum Guggenheim di Bilbao,
Jean Nouvel dengan karyanya Museum Quai Branly di Paris dan masih banyak
lagi.
Di Indonesia arsitektur kontemporer lebih banyak di pengaruhi oleh
arsitek seperti Mies Van de Rohe, Le Corbusier dan Charles Eames,
pengaruh ini terjadi karena sebagian besar karya mereka ini masuk dalam
konteks negara tropis, dan cocok dengan iklim di Indonesia kekinian.
Karakteristik Desain Kontemporer
Ciri-ciri yang mendasar pada gaya kontemporer terliahat pada konsep
ruang yang terkesan terbuka atau open plan, harmonisasi ruangan yang
menyatu dengan ruang luar, memiliki fasad yang terbuka. Arsitektur ini
dikenali lewat karakter desain yang praktis dan fungsional dengan
pengolahan bentuk geometris yang simple dan warna-warna netral dengan
tampilan yang bersih. Penggunaan jendela besar, serta kombinasi bentuk
yang unik dan aneh. Banyak menggunakan material alam.
Detail detail bergaris lurus. Kenyamanan dan awat tahan lama
merupakan nilai penting dalam bangunan kontemporer. Selain itu, dalam
hal interior desain kontemporer banyak berpadu dengan tata cahaya untuk
menghasilkan kesan ruang yang selalu segar, sebisa mungkin selalu
selaras dengan perkembangan desain kekinian.
Perlu diingat bahwa desain bergaya kontemporer yang kita definisikan
sekarang secara perlahan akan berubah pada beberapa tahun kedepan
tergantung dari perkembangan cara pandang masyarakat terhadap sebuah
desain interior. Inilah esensi dari desain kontemporer yang berusaha
mengikuti perkembangan jaman dan tetap tampil uptodate dalam berbagai
ragam desainnya.
Acuan Desain Kontemporer
Desain interior bergaya kontemporer sudah menjadi gaya favorit banyak
orang untuk huniannya. Desainnya yang elegan, sederhana, dan
tampilannya yang uptodate berhasil memikat banyak orang untuk
diaplikasikan pada hunian mereka. Berikut adalah beberapa
langkah-langkah yang dapat dijadikan acuan untuk mendapatkan desain
interior bergaya kontemporer yang dikutip dari beberapa sumber internet
:
01. Membawa masuk cahaya alami dalam ruangan
Membawa masuk cahaya alami dalam ruangan
Ketika periode desain modern muncul di tahun 1920-1960an, rumah huni
biasanya tampil gelap dengan ruangan kecil dan jendela kecil. Sekarang
dengan desain interior modern kontemporer, ruangan dibuat terbuka dan
terang dengan memasukkan cahaya alami dalam ruangan. Pilih material
lantai warna putih agar cahaya bisa dipantulkan ke seluruh penjuru
ruangan dalam rumah. Gunakan juga material kaca sebagai ganti dinding,
jendela besar transparan, dan skylight untuk membawa masuk cahaya alami
sebanyak-banyaknya dalam ruangan.
02. Gunakan percikan warna cerah
Gunakan percikan warna cerah
Palet warna gaya desain interior kontemporer memang didominasi dengan
palet warna netral seperti abu-abu, cokelat, hitam, dan putih.
Penggunaan warna-warna ini untuk elemen interior seperti dinding,
lantai, plafond, dan sisakan tempat untuk percikan warna ceria pada
aksesoris dan perabotan ruangan. Imajinasi Arsitek diperlukan untuk
lebih kreatif mengolah pola dan tekstur untuk memberikan keindahan yang
mencolok pada ruangan.
03. Penggunaan material alami pada interior
Penggunaan material alami pada interior
Material alami membawa rasa baru yang menyegarkan pada hunian bergaya
kontemporer. Bahan prganik seperti kayu, batu alam, slate, jati,
cotton, wool, dan lainnya bisa tampil mengesankan pada desain interior
rumah huni kontemporer.
04. Rasa ringan dengan pemilihan perabot untuk memberikan nuansa relax
Rasa ringan dengan pemilihan perabot untuk memberikan nuansa relax
Perabotan yang didesain untuk gaya desain kontemporer memiliki ciri
khas yang menarik. Gaya desain perabotannya memberikan kesan yang ringan
dan sederhana pada tampilan akhir ruangan. Hal ini bisa didapatkan
dengan penggunaan garis halus yang lurus sampai penggunaan warna putih
supaya peraboatan terkesan ringan dan bersih. Material lain yang
digunakan adalah material kaca yang trasparan dan reflektif untuk
memberikan kesan yang lebih modern.
05. Lantai polos dengan finishingcantik
Lantai polos dengan finishingcantik
Era kontemporer telah membuka kesempatan bagi material yang digunakan
untuk desain interior tampil stand out apa adanya. Kesan yang terasa
dalam desain interior kontemporer adalah garis minimal dan suasana
“kurang barang”. Lantai dengan material seperti kayu, keramik, ubin
porselen, dan marmer berhasil masuk dalam kategori kontemporer. Berikan
finishing yang cantik seperti karpet untuk tambahan kesan mewah
sekaligus untuk memcah ruangan visual. Trik ini paling ideal digunakan
untuk memisahkan antara ruang makan dan ruang keluarga yang biasanya
tampil bersebelahan.
06. Menggunakan konsep open plan
Menggunakan konsep open plan
Rumah huni bergaya kontemporer tampil dengan ciri seakan menyatukan
semua ruangan dalam hunian. Batas kabur antara ruangan yang satu dengan
yang lainnya adalah konsep open plan sempurna untuk gaya kontemporer.
Sebuah denah terbuka sangat ideal dan ikonik untuk rumah bergaya
kontemporer.
07. Dominasi Elemen Garis
Dominasi Elemen Garis
Selain berfokus pada material dan warna, interior yang bergaya
kontemporer juga dapat dikenali dengan adanya elemen garis lurus. Salah
satu ciri desain kontemporer adalah penggunaan permainan garis lurus
yang berulang baik dalam posisi vertikal maupun horizontal. Elemen garis
ini dapat diperoleh dari furniture, bukaan, warna atau sengaja
ditambahkan elemen garis pada ruangan.
08. Detail kontemporer pada ruangan
Detail kontemporer pada ruangan
Detail tampil sangat penting untuk menunjukkan desain kontemporer
pada hunian. Yang membedakan gaya desain interior minimalis dan
kontemporer adalah unsur halus yang tampak sedikit berbeda. Contohnya
seperti penggunaan pegangan tangga pada desain interior minimalis
biasanya menggunakan bahan kayu batangan panjang. Sedangkan pada gaya
desain kontemporer, pilihan material lebih beragam dengan memasukkan
unsur industrial seperti kabel, baja, kaca, atau bahan industiral
lainnya.
09. Teknologi tersembunyi dalam hunian
Teknologi tersembunyi dalam hunian
Salah satu fitur dari desain interior kontemporer yang banyak disukai
adalah “teknologi tersembunyi” yang siap membuat kagum siapapun yang
melihat. Dengan semakin berkembangnya teknologi yang ada sekarang, tidak
ada salahnya menambahkan teknologi dalam ruangan. Remote yang bisa
mengendalikan semua peralatan elektronik, pendingin otomatis,
pencahayaan yang bisa disesuaikan dengan mood, sistem keamanan, atau
yang lainnya. Para Desainer terkemuka mencoba untuk membawa kontrol
inovatif dalam gaya hidup masa kini dan dapat lihat seberapa banyak hal
ini untuk membawa suasana kontemporer pada hunian.
10. Eksplorasi imajinasi pada desain
Eksplorasi imajinasi pada desain
Desain kontemporer memberikan kebebasan bagi setiap orang untuk
melepaskan aturan formal menjadi lebih terbuka dan dinamis. Lepaskan
imajinasi untuk memberikan sentuhan personal pada desain interior suatu
ruang. Tambahkan gaya desain eklektik, klasik, atau apapun yang menjadi
ciri khas dan tercermin sempurna pada desain interior yang kita rancang.
0 komentar:
Posting Komentar